Seperti yang anda ketahui, pemimpin merupakan sosok penting bagi setiap orang. Baik itu pemimpin di sebuah organisasi, maupun pemimpin di sebuah negara. Jadi tidak salah jika pemimpin memainkan peran sentral yang baik bagi kemajuan dan kehancuran negara. Jika pemimpin nya baik, maka negaranya pun pasti baik. Jika pemimpinnya jahat, maka hancurlah negara itu.
Akhir-akhir ini saya sering melihat, bahwa para pemimpin di negara kita ini sering bertengkar untuk memperebutkan kekuasaan. Yang telah berkuasa mengolok-olok yang sedang berkuasa. Yang sedang berkuasa pun membalas olok-olokan tersebut. Akhirnya para pemimpin tersebut lebih sibuk untuk mengurus dirinya daripada mengurus negara dan rakyat nya yang sedang menderita. Sungguh ironi…
Di saat bangsa ini ingin bangkit, pemimpinnya justru tidak mau melayani kebutuhan rakyatnya. Apakah seorang pemimpin dipilih untuk melayani dirinya sendiri? Coba anda lihat, masa kepemimpinan nabi Muhammad. Beliau sangat perhatian terhadap rakyatnya. Bahkan beliau pun rela untuk tidak makan agar semua rakyatnya bisa menikmati makanan. Dan beliau pun rela untuk tinggal bersama rakyatnya, bukan tinggal di rumah pribadi yang mewah. Apakah pemimpin negara kita sudah seperti itu?
Di masa kekuasaannya suharto, disaat itu Suharto mengucilkan Bung Karno yang telah mengangkatnya sebagai pemimpin kedua negara ini. Dan sekarang pun terjadi hal yang sama. Hubungan antara Gus Dur, Megawati, dan sekarang SBY pun tidak harmonis. Apakah mereka bertengkar semata-mata hanya untuk memperebutkan kekuasaan?
Hubungan SBY dan Megawati saat ini sedang ‘memanas’. Megawati mengkritik SBY dengan mengatakan bahwa tidak ada perubahan yang baik di pemerintahan saat ini. Dan SBY pun membalasnya dengan menyindir balik megawati bahwa di saat pemerintahan megawati tidak ada yang beres, semuanya hanya omong kosong belaka.
Saya cukup heran dengan tingkah laku pemimpin kita ini. Mereka seharusnya tidak bertengkar satu sama lain. Yang harus mereka lakukan sekarang adalah memikirkan bersama cara meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Jika masalah kemiskinan dan kesejahteraan sudah menjadi masalah yang sangat mengkhawatirkan, maka rakyat pun tidak akan percaya lagi kepada pemimpin yang sedang berkuasa saat ini maupun yang beroposisi.
Setiap manusia pasti mempunyai kelemahan. Begitupula dengan para pemimpin kita. Untuk menutupi kelemahan itu, maka diperlukan kritik yang membangun bukan kritik yang sifatnya destruktif. Jadi bagi yang mengkritik, haruslah kritikan yang membangun. Dan yang dikritik pun harus mensikapinya dengan positif.
Dengan begitu, para pemimpin ini tidak mempunyai pandangan yang negatif satu sama lain. Dan tentu tujuan dari ini semua adalah agar para pemimpin kita ini bersatu. Karena andaikata, para pemimpin ini bersatu, maka setengah persoalan bangsa ini dapat terselesaikan. Semoga saja, harapan kita ini terwujud dan dilaksanakan oleh para pemimpin kita.



Posted by scarion on 8 Februari 2008 at 8:52 pm
lagi2 nixfar mencoba menulis topik bapak2…
Posted by maxbreaker on 8 Februari 2008 at 9:41 pm
Yah, menurut saya negeri ini butuh pemimpin yang berasal dari golongan muda.
@scarion
Posted by maxbreaker on 8 Februari 2008 at 9:43 pm
Yah, menurut saya negeri ini butuh pemimpin yang berasal dari golongan muda.
@scarion
jadi tulisan yang kek di blog saya tu topik bapak2?
Posted by Nixfar on 8 Februari 2008 at 10:32 pm
@scarion
yareyare…… ane nulis sesuai dengan keinginan ane…. lagipula, tulisan ini bukan topik bapak2….. ini topik umum…..
@maxbreaker
bener banget……. kalo begitu, sayalah yang cocok untuk itu
*kabur*
Posted by progoharbowo on 9 Februari 2008 at 8:24 pm
Ayo mas irfan…
terus tingkatkan diri … kamu adalah calon pemimpin bangsa masa depan
Posted by Cynanthia on 10 Februari 2008 at 4:38 pm
Politik itu seperti danau…