Kita semua tahu jumlah masyarakat Indonesia yang hidup dibawah taraf hidup layak sangatlah banyak. Sebagai contoh lihat saja penduduk Jakarta yang hidup dibawah garis normal. Mereka seperti orang yang tidak punya tujuan hidup. Mereka terus ‘berputar’ untuk mencari kehidupan yang layak bagi mereka. Bukankah sebuah kehidupan itu harus punya arah dan tujuan?
Sebenarnya masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menentukan sebuah tujuan hidup dari kita. Yah, kita bisa memulainya dengan belajar. Baik belajar dari pengalaman maupun belajar melalui sebuah instansi atau bisa dikatakan belajar di sekolah. Melalui belajar, kita diharapkan memiliki sebuah skill yang akan berguna dan dipakai di kehidupan kita. Dengan begitu, kita jelas akan menyadari bahwa sebuah hidup itu harus mempunyai arah dan tujuan.
Lalu apa sebenarnya masalah yang terjadi di masyarakat Indonesia? Masyarakat Indonesia banyak yang tidak mau belajar. Mereka hidup bergantung kepada orang lain. Apakah dengan bergantung kepada orang lain, hidup kita akan makmur? Tentu saja tidak. Seseorang haruslah mandiri dalam menghadapi kerasnya kehidupan ini. Untuk menghadapi itu, maka kita harus mempunyai kekuatan untuk membentengi itu semua yaitu dengan sebuah skill yang ada.
Di Indonesia, banyak masyarakat yang pendidikannya hanya sebatas SD. Mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi karena keterbatasan biaya. Kemudian mereka pasrah dan hidup sebagai gelandangan. Sebagian besar dari mereka adalah orang yang sempurna, tidak memiliki cacat sedikit pun. Sebenarnya hal ini bisa diatasi jika mau berusaha. Lihat saja orang cacat yang sekarang menjadi atlit. Mereka tidak pantang menyerah meskipun mereka cacat. Mereka mengerti bahwa hanya dengan berusaha lah mereka dapat bertahan hidup dan hidup layaknya manusia normal. Sebenarnya ‘penyakit’ utama yang sering menyerang manusia itu cuman satu…. Malas.
Melawan penyakit malas tidaklah gampang. Diperlukan usaha dan kemauan yang tinggi untuk melawannya. Banyak orang miskin sekarang yang malas untuk mencari cara agar mereka bisa hidup normal. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi gelandangan dan bahkan mereka mencoba mencari cara yang tidak halal untuk memenuhi kehidupan mereka. Mulai dari mencuri, bermain judi dan sebagainya. Sebenarnya pemerintah sangat serius menanggapi hal ini. Mulai dari memberikan biaya beasiswa bagi pelajar sekolah yang tidak mampu sampai memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu. Ada sebagian kecil masyarakat yang memanfaatkan hal ini dengan sebaik-baiknya. Tapi ada juga masyarakat yang menganggap hal ini biasa saja.
Saya pernah membaca biografi Abraham Lincoln, Presiden Amerika ke-16. Dulu dia ini anak dari seorang petani. Orang tuanya miskin dan tidak berpendidikan. Dia ini cuman mengecap pendidikan selama setahun. Tapi dia tetap berusaha dan belajar. Dan lihat ketika dewasa, dia menjadi seorang Presiden yang terkenal dan dibanggakan oleh rakyatnya. Yah, itu hanya sampel dari ribuan sampel orang miskin yang berhasil menjadi orang sukses. Hanya dengan usahalah kita dapat sukses dan mengerti arah dan tujuan dari hidup kita.



Posted by StreetPunk on 14 Januari 2008 at 12:27 am
penyakit malas memang sulit dihilangkan kalau tidak ada usaha keras
Posted by sentauruels on 29 Januari 2008 at 6:55 pm
Nixfar, sbnrny mslhnya bkn cuma males ato nggak. ini masalah seleksi alam. penduduk di indo itu banyak bgt, tapi kesempatan nya sedikit dan direbutin.
jd masalahnya, penduduk indo itu KEBANYAKAN dan tidak sebanding dengan kemampuan pemerintah.
yaa.. dan pada akhirnya semua asal mula masalah bermuara di KKN.