Tema yang dari dulu tidak pernah redup untuk dibicarakan. Karena dari tahun ke tahun masih aja hal-hal yang bersifat kontroversi. Mulai dari masalah budaya sampai masalah SARA. Saya sendiri sebenarnya kurang suka dan jarang sekali menonton sinetron, karena ada berbagai hal yang saya kurang suka dari sinetron. Di era globalisasi ini, semua hal pasti banyak yang terpengaruh oleh kebudayaan dari luar. Begitu pula dengan sinetron. Lalu apa yang menyebabkan sinetron-sinetron sekarang mengundang kontroversi?
Jika anda melihat sinetron-sinetron yang ada di tv, pasti anda akan menyadari sesuatu yang sifatnya sama antara satu sinetron dengan sinetron lainnya. Ya,tema dari rata-rata sinetron indonesia yakni mengenai percintaan, romance dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal itu. Jika sudah memasuki lingkup itu, maka kita akan berpikir bahwa tema itu akan ada hubungannya dengan gaya kehidupan kaum remaja sekarang. Yah kita dapat melihat bahwa budaya anak remaja sekarang sudah sangat berubah yang sebenarnya budaya kita dan budaya barat sama persis. Sebagai contoh lihat saja pelajar perempuan SMA sekarang. Dulu sebelum era globalisasi, pelajar perempuan tidak mempermasalahkan seragam mereka. Tapi sekarang, mereka menginginkan ukuran seragam mereka nge-pas dengan ukuran badan mereka, bahkan ada yang menginginkan ukuran seragamnya lebih kecil dari ukuran badan mereka agar terlihat lebih seksi di mata kaum pria. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para sutradara untuk membuat sebuah sinetron agar memiliki rating yang tinggi dengan memanfaatkan budaya yang sedang terjadi sekarang dan tentu saja para remaja itu tertarik untuk berperan di sinetronnya.
Lalu bagaiman respon dari para remaja ini? Tentu saja mereka tertarik untuk berperan di sinetron-sinetron. Toh selain dapat uang, mereka juga dapat meningkatkan popularitasnya. Saya sempat bertanya kepada diri sendiri. Apa yang akan mereka lakukan setelah mendapatkan popularitas dan uang? Apakah mereka tidak tahu bahwa semua perbuatan mereka dipertanggungjawabkan kepada Yang Maha Esa? Sedikit berbicara tentang pengalaman saya. Waktu itu saya pernah melihat beberapa episode dari salah satu sinetron. Kemudian saya agak heran, kenapa alur cerita di sinetron itu sama persis dengan drama jepang yang pernah saya tonton. Apakah sutradara pembuat sinetron itu dapat dikatakan “Sutradara”? Menurut saya, seorang sutradara adalah seseorang yang mengeluarkan ide, pengalaman serta intuisinya untuk dituangkan dalam sebuah sinetron. Seseorang yang mecuri ide orang untuk dijadikan sebuah sinetron miliknya tidak dapat dikatakan lagi sebagai sutradara.
Yah, balik lagi ke topik semula. Masalah ini harus secepatnya diselesaikan. Jika tidak, generasi kita dan generasi yang akan datang bakal rusak karena hal semacam ini. Meskipun begitu, masih ada sinetron yang mendidik dan banyak digemari. Sebagai contoh Bajaj Bajuri yang mengisahkan tentang sekelompok masyarakat kecil yang hidup di Jakarta. Hal ini merupakan bentuk dan arah positif bagi sinetron-sinetron di Indonesia. So, Sinetron merusak atau mendidik? Itu tergantung dari persepsi anda. Jika anda berkaca pada sinetron-sinetron sekarang yang cenderung penuh kontroversi, maka jelas jawabannya merusak. Tapi jika anda berkaca pada sinetron seperti Bajaj Bajuri yang cenderung memberi arah positif dan mengedepankan unsur pendidikan dan budaya, maka jawabannya adalah mendidik.



Posted by inlawsind on 13 Januari 2008 at 3:50 am
Kalau dianggap sebagai tontonan ya, paling menjadi hiburan.
Kalau dipakai sebagai tuntunan, bisa menjadi ‘kuburan’ bila slah pengetrapannya
Posted by agni on 13 Januari 2008 at 2:25 pm
Sinetron kita bukan hanya TIDAK MENDIDIK
tapi juga, MENJIPLAK serial negara lain dengan LIAR dan BINAL nya memporak-porandakan cerita yang tadinya bagus menjadi HANCUR karena para produser yang RAKUS yang hanya mementingkan RATING
TOLAK SINETRON J I P L A K A N
Posted by Cynanthia on 17 Januari 2008 at 5:17 pm
Haruskah saya bikin banner anti-Setantron(TM) ?
Saya udah muak ngeliat sinetron-sinetron nggak mutu itu…
*akal*
Bener! Kita bikin sinetron sendiri aja!
*ditabok*
Posted by nixfar on 17 Januari 2008 at 6:10 pm
Sok atuh. Klo mau kita cari orang2 yg anti sinetron, trus kita sebar deh banner nya
Posted by missglasses on 20 Mei 2008 at 12:15 pm
yang jelas sinetron indonesia merusak, tapi kalau sinetron korea mah mendidik banget. hahaha
Posted by Nixfar on 20 Mei 2008 at 3:15 pm
@missglasses
wadoh2……. sama aja atuh neng….. hha