

Yah, kita semua tahu ponsel produk merek luar menguasai pangsa ponsel di Indonesia. Akan tetapi ponsel bermerek lokal tidak kalah hebatnya. Selama 2 tahun terakhir ini, sudah ada 5 vendor ponsel bermerek lokal, diantaranya Hitech Mobile, K-Touch, dan vendor terbaru yaitu Star Tech. Tinggi nya pertumbuhan industri telekomunikasi menjadi alasan mengapa banyak vendor ponsel bermerek lokal berani untuk terjun ke pasar ponsel Indonesia.
Selain itu, kita sebagai konsumen tidak lagi memilih ponsel berdasarkan merk, tapi berdasarkan kualitasnya. Mungkin kedepannya, akan lebih banyak lagi vendor ponsel lokal yang akan ikut meramaikan persaingan ponsel di Indonesia. Yah, walaupun mereka harus bersaing dengan vendor asal Amerika maupun asal Korea yang sudah lama eksis di pasar ponsel Indonesia.
Yah meskipun begitu ponsel-ponsel ini belum 100% buatan Indonesia. Ponsel-ponsel ini sebelumnya diimpor dari Cina, kemudian dirakit desain dan fiturnya oleh orang Indonesia. Well, meskipun belum 100% buatan Indonesia, setidaknya kita patut bangga karena negara ini punya merek ponsel yang dapat bersaing di dunia International. Maju terus Indonesia ku!



Posted by vthree on 16 Januari 2008 at 6:09 pm
Maju terus Indonesia !
Posted by Anton on 16 Februari 2008 at 12:37 pm
Menurut saya sih percuma kalau merek2 tsb cuman tempelan tapi tidak punya factory dan R&D, itu yg penting; karena berarti mereka cuma bisa jadi follower, dan yg jadi pertanyaan apakah 3 tahun kedepan merek2 tsb masih exist??
Kalau K-Touch bukan merek lokal, dan mereka memang memiliki pabrik dan R&D sendiri; jadi bisa jadi berpotensi untuk tetap exist dan berpeluang lebih besar untuk jadi innovator (bukan sekedar follower)
Posted by adit on 11 Oktober 2008 at 2:24 am
kalo menurut gw ponsel lokal modelnya keren2 ada yang aneh2
Posted by Onod32 on 11 Oktober 2008 at 8:44 pm
Yg penting murah……udah cape ama kenaikan harga2 apa aja..ada yg murah siapa yg gak demen?
Posted by jimmy on 13 Oktober 2008 at 6:47 am
menurut saya untuk sementara tidak apa-apa produk Indonesia tempelan tapi harus dijadikan kesempatan untuk mempelajari secara detail sehingga sedikit demi sedikit dapat mengejar ketinggalan dari negara lain, jangan keenakan nempel merk doang ok.. maju teruzz